Beranda » Artikel Blog » 42 Kesalahan Mendidik Anak : Bagian 1

42 Kesalahan Mendidik Anak : Bagian 1

Diposting pada 20 December 2020 oleh admin | Dilihat: 210 kali | Kategori:

πŸ”°||Ψ¨Ψ³Ω… Ψ§Ω„Ω„Ω‡ Ψ§Ω„Ψ±Ψ­Ω…Ω† Ψ§Ω„Ψ±Ψ­ΩŠΩ… ||πŸ”°

Parenting Anak Islam

β€”β€”β€”β€”β€”β€”β€”β€”β€”β€”β€”β€”β€”β€”β€”
πŸƒπŸŒΉπŸƒ

BAB 1

42 Kesalahan Mendidik Anak : Bagian 1

Kelalaian dan kesalahan dalam pendidikan anak memiliki banyak gambaran dan fenomena yang mengarah kepada pemberontakan dan penyimpangan anak. Di antaranya adalah:

1. Mendidik Anak Menjadi Penakut dan Mudah Panik

Banyak orang tua mendidik anaknya dengan kebiasaan yang akan menyebabkannya bersikap pengecut, penakut, suka berkeluh-kesah, dan mudah panik.

Di antara fenomena yang terlihat dalam metode pendidikan kita adalah menakut-nakuti anak ketika menangis agar segera diam. Misalnya, anda menakut-nakutinya dengan raksasa, hantu, penjahat, setan, suara angin, dan sebagainya.

Yang paling fatal dalam masalah ini adalah menakut-nakuti mereka dengan guru, sekolah, atau dokter. Akibatnya, anak akan tumbuh menjadi pribadi yang pengecut dan penakut. Yang gemetar bila melihat bayangannya sendiri, dan takut kepada sesuatu yang tidak semestinya ditakuti.

Ketakutan paling parah yang ditanamkan di dalam diri anak adalah bila kita membentaknya saat dia terjatuh hingga wajah tangan, atau lututnya berdarah. Anehnya, sang Ibu bukannya tersenyum untuk menenangkan si anak dari ketakutan, dan membuat dia merasa itu bukan masalah besar.

Kebiasaan Salah kaprah yang sering dilakukan adalah sang Ibu justru menghampirinya sambil membentak dan menyalahkan si anak. Atau, si Ibu langsung panik dan berteriak-teriak untuk meminta bantuan keluarga, sehingga kecelakaan kecil tersebut terkesan sebuah musibah besar. Walhasil, tangisan si anak semakin keras, dan ia akan terbiasa merasa takut melihat darah atau takut kepada rasa sakit.

2. Mendidik Anak Suka Bersikap Kasar

Banyak orangtua yang mendidik dengan cara membiasakan anak bertingkah semberono, suka berkata kasar, dan semena-mena terhadap orang lain, dan asumsi bahwa itulah yang namanya pemberani. Mendidik seperti ini jelas merupakan sebuah kesalahan. Ini adalah kebalikan dari fenomena yang pertama. Yang benar dalam hal ini adalah bersikap pertengahan.

Baca Juga : Jangan Salah Dalam Mendidik Anak

———————————————————–
Sumber : Diringkas dari Buku β€œKoreksi Kesalahan Mendidik Anak”
Karangan: Muhammad bin Ibrahim Al-Hamd
Penerbit : Nabawi Publishing

Channel Telegram Parenting Anak Islam.
🌻🌱🌻

πŸ“±Join Channel Telegram kami:
πŸ‘‡πŸ‘‡πŸ‘‡πŸ‘‡

https://t.me/ParentingAnakIslam

πŸŒΉπŸƒπŸŒΉ

Bagikan

42 Kesalahan Mendidik Anak : Bagian 1 | Little Q

Komentar (0)

Silahkan tulis komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan kami publikasikan. Kolom bertanda bintang (*) wajib diisi.

*

*

Anda Mungkin Suka

Our Office

Little Q Indonesia
Jalan K.H Ahmad Dahlan Raya No.15 B RT. 06 RW 05 Kelurahan kukusan, Kecamatan Beji, Kota Depok- Indonesia.Β Kode pos 16425
E-mail : admin@littleq.id

Live Chat
Distributor: +62 822-8611-0296
Reseller : +62 821-7157-0400
Online Senin-Sabtu (08:00 – 16:00) WIB

Pengaduan Layanan :

Telpon : 0822-8636-8034

Chat via Whatsapp
ALDI
⚫ Online
Halo, perkenalkan saya ALDI
baru saja
Ada yang bisa saya bantu?
baru saja