fbpx
Beranda » Artikel Blog » Boleh Menangisi Kematian Bayi dan Mengucapkan Belasungkawa Kepada Keluarganya

Boleh Menangisi Kematian Bayi dan Mengucapkan Belasungkawa Kepada Keluarganya

Diposting pada 29 August 2020 oleh admin | Dilihat: 97 kali | Kategori:

πŸ”° || Ψ¨Ψ³Ω… Ψ§Ω„Ω„Ω‡ Ψ§Ω„Ψ±Ψ­Ω…Ω† Ψ§Ω„Ψ±Ψ­ΩŠΩ… || πŸ”°

Parenting Anak Islam
β€”β€”β€”β€”β€”β€”β€”β€”β€”β€”β€”β€”β€”β€”β€”
πŸƒπŸŒΉπŸƒ

BAB 1

{Pendidikan Anak Usia 0-3 Tahun}

Bagian 15

Boleh Menangisi Kematian Bayi dan Mengucapkan Belasungkawa Kepada Keluarganya

Usamah bin Zaid berkata, “salah seorang putri Nabi Shallahu alaihi Wasallam mengirimkan pesuruhnya untuk menyampaikan kepada nabi bahwa anakku sedang sekarat. Untuk itu, Nabi diharapkan segera datang. Nabi pun mengirimkan pesuruhnya agar menyampaikan salam dan menitip pesan dengan bersabda, ‘Sesungguhnya Allah memang berhak berhak untuk memberi. Tiap-tiap sesuatu itu memiliki batas tertentu usia di sisi-nya. Oleh karena itu, bersabarlah kamu mengharapkanlah pahalanya.

Putrinya pun mengirimkan kembali pesuruhnya seraya bersumpah bahwa Nabi harus datang datang. Beliau pun bangkit untuk pergi dengan ditemani oleh Sa’d bin Ubadah dan beberapa orang sahabat lainnya. Selanjutnya, anak itu diserahkan kepada Rasulullah sedang nafasnya terputus-putus dan suaranya mendengkur. Melihat pemandangan yang memelas itu, berlinanglah air mata Rasulullah hingga Sa’d bertanya, “Wahai Rasulullah, mengapa engkau mengeluarkan air mata?” Rasulullah menjawab, ‘Ini adalah pertanda kasih sayang yang dianugerahkan oleh Allah dalam hati hamba-hambanya. Sesungguhnya Allah hanya merahmati hamba-hambanya yang berhati penyayang. “

Asma binti Yazid mengatakan bahwa ketika Rasulullah, Ibrahim, wafat, beliau menangis. Maka orang yang berbela sungkawa, entah Abu bakar atau Umar, mengatakan, “Engkau adalah orang yang paling berhak dimuliakan oleh Allah.” Rasulullah bersabda, “Mata ini menangis dan hati ini bersedih tetapi kami tidak menyebut hal yang dimurkai oleh Allah. Seandainya kematian ini bukan merupakan janji yang benar, tidak menimpa semua orang, dan orang yang terakhir tidak mesti menyusul orang yang terdahulu, tentulah keadaan kami lebih sedih meninggal sekarang. Hai Ibrahim, Sesungguhnya kami semua benar-benar sedih karena berpisah denganmu. “

Rasulullah telah menjelaskan betapa beratnya timbangan yang meninggal sehingga orang yang mengalaminya harus ikhlas dan mengharap pahala. Beliau bersabda, “Sungguh, 5 anak yang meninggal itu sangat berat dalam timbangan. Tiada ilah yang patut diibadahi selain Allah. Mahasuci Allah, segala puji bagi Allah, Allah Mahabesar. Anak saleh yang meninggal, bagi seorang muslim, karena dia meminta pahala.”

 

Baca juga faedah lainnya: Umar Memperhatikan Anak-Anak Sejak Mereka Lahir
———————————————————–
Sumber: Diringkas dari Buku β€œIslamic Parenting” Pendidikan Anak Metode Nabi
Karangan: Syekh Jamal Abdurrahman
Penerbit: AQWAM Jembatan Ilmu

Channel Telegram Parenting anak Islam.
🌻🌱🌻

πŸ“±Gabung dengan Channel Telegram kami:
πŸ‘‡πŸ‘‡πŸ‘‡πŸ‘‡

https://t.me/ParentingAnakIslam

πŸŒΉπŸƒπŸŒΉ

Bagikan

Boleh Menangisi Kematian Bayi dan Mengucapkan Belasungkawa Kepada Keluarganya | Little Q

Komentar (0)

Silahkan tulis komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan kami publikasikan. Kolom bertanda bintang (*) wajib diisi.

*

*

Anda Mungkin Suka

Our Office

Little Q Indonesia
Jalan K.H Ahmad Dahlan Raya No.15 B RT. 06 RW 05 Kelurahan kukusan, Kecamatan Beji, Kota Depok- Indonesia.Β Kode pos 16425
E-mail : admin@littleq.id

Live Chat
Distributor: +62 822-8611-0296
Reseller : +62 821-7157-0400
Online Senin-Sabtu (08:00 – 16:00) WIB

Chat via Whatsapp
ALDI
⚫ Online
Halo, perkenalkan saya ALDI
baru saja
Ada yang bisa saya bantu?
baru saja