fbpx
Beranda » Artikel Blog » Mengajari Anak Sopan Santun Dan Keberanian

Mengajari Anak Sopan Santun Dan Keberanian

Diposting pada 11 October 2020 oleh admin | Dilihat: 104 kali | Kategori:

πŸ”°||Ψ¨Ψ³Ω… Ψ§Ω„Ω„Ω‡ Ψ§Ω„Ψ±Ψ­Ω…Ω† Ψ§Ω„Ψ±Ψ­ΩŠΩ… ||πŸ”°

Parenting Anak Islam

β€”β€”β€”β€”β€”β€”β€”β€”β€”β€”β€”β€”β€”β€”β€”
πŸƒπŸŒΉπŸƒ

BAB 2

{ Pendidikan Anak Usia 4-10 Tahun }

Mengajari Anak Sopan Santun Dan Keberanian

Sebelumnya, kami telah menerangkan sikap anak yang berada dalam majelis Nabi shallallahu alaihi wasallam dan duduk di sebelah kanannya, sedangkan orang-orang yang dewasa duduk di sebelah kirinya.Nabi meminta izin kepada anak itu ketika beliau hendak memberi minum kepada tamu yang dewasa terlebih dahulu sebelum dia.
Namun, sang anak menolak dan tetap memegang haknya karena dia berada di sebelah kanan Nabi shallallahu alaihi wasallam.

Saat itu Nabi shallallahu alaihi wasallam tidak bersikap kasar terhadapnya dan tidak pula menegurnya. Dapat kita bayangkan seandainya keadaan seperti itu terjadi pada masa sekarang. Sebagian pendidik pasti menuduhnya sebagai anak yang tidak punya rasa malu, tidak sopan, atau kurang hormat. Akan tetapi,tidakkah cukup nabi shallallahu’alaihi wasallam sebagai pengajar dan pendidik bagi kita? Beliau mengajarkan keberanian yang beretika selama hal yang dilakukan tidak melanggar hak-hak orang lain.

Umar juga berharap putranya, Abdullah, menjawab pertanyaan yang diajukan Nabi di majelis orang-orang dewasa. Umar tidak suka dengan sikap diam anaknya saat Umar melihat Abu Bakar dan dia sendiri tidak tahu jawabannya. Umar mengungkapkan kan perasaannya nya dengan maksud menghapuskan rasa malu dari dalam diri anaknya dan mengajarkan keberanian yang beretika. Selama berkaitan dengan kebenaran dan ilmu serta tidak menyangkut hal-hal yang melanggar hak-hak orang lain, anak perlu dibiasakan untuk berani dan percaya diri.

Diantara keberanian yang beretika ialah anak tidak dibiarkan berbuat sesuatu dengan sembunyi-sembunyi. Seorang anak yang melakukan sesuatu dengan sembunyi-sembunyi, baik dari pengetahuan ayah, ibu, atau dari pendidiknya biasanya karena ia berkeyakinan bahwa apa yang dilakukannya itu buruk dan tidak boleh dikerjakan.

Al-Ghazali mengatakan,”Anak hendaknya dicegah dari mengerjakan apapun dengan cara sembunyi-sembunyi. Sebab, ketika anak menyembunyikannya berarti dia meyakini perbuatan tersebut buruk dan tidak pantas dilakukan. ”

Baca Juga : Mengajari Adzan dan Shalat


———————————————————–
Sumber : Diringkas dari Buku β€œIslamic Parenting” Pendidikan Anak Metode Nabi
Karangan: Syekh Jamal Abdurrahman
Penerbit : AQWAM Jembatan Ilmu

Channel Telegram Parenting Anak Islam.
🌻🌱🌻

πŸ“±Join Channel Telegram kami:
πŸ‘‡πŸ‘‡πŸ‘‡πŸ‘‡

https://t.me/ParentingAnakIslam

πŸŒΉπŸƒπŸŒΉ

Bagikan

Mengajari Anak Sopan Santun Dan Keberanian | Little Q

Komentar (0)

Silahkan tulis komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan kami publikasikan. Kolom bertanda bintang (*) wajib diisi.

*

*

Anda Mungkin Suka

Our Office

Little Q Indonesia
Jalan K.H Ahmad Dahlan Raya No.15 B RT. 06 RW 05 Kelurahan kukusan, Kecamatan Beji, Kota Depok- Indonesia.Β Kode pos 16425
E-mail : admin@littleq.id

Live Chat
Distributor: +62 822-8611-0296
Reseller : +62 821-7157-0400
Online Senin-Sabtu (08:00 – 16:00) WIB

Chat via Whatsapp
ALDI
⚫ Online
Halo, perkenalkan saya ALDI
baru saja
Ada yang bisa saya bantu?
baru saja