Beranda » Artikel Blog » Mengajari Etika Berbicara dan Menghormati yang Lebih Tua

Mengajari Etika Berbicara dan Menghormati yang Lebih Tua

Diposting pada 13 November 2020 oleh admin | Dilihat: 174 kali | Kategori:

πŸ”°||Ψ¨Ψ³Ω… Ψ§Ω„Ω„Ω‡ Ψ§Ω„Ψ±Ψ­Ω…Ω† Ψ§Ω„Ψ±Ψ­ΩŠΩ… ||πŸ”°

Parenting Anak Islam
β€”β€”β€”β€”β€”β€”β€”β€”β€”β€”β€”β€”β€”β€”β€”
πŸƒπŸŒΉπŸƒ

BAB 3

{ Pendidikan Anak Usia 10-14 Tahun }

Mengajari Etika Berbicara dan Menghormati yang Lebih Tua

Abdurrahman bin Sahl dan Huwayyishah bin Mas’ud datang kepada Nabi shallallahu alaihi wasallam. Abdurrahman membuka pembicaraan. Nabi shallallahu alaihi wa sallam pun bersabda, ” Hormatilah yang lebih tua! Hormatilah yang lebih tua!”

Yakni, hendaklah orang yang lebih tua yang berbicara (terlebih dahulu). Dan Abdurrahman adalah orang yang termudah di antara kaum yang datang.

Seperti itulah hak orang yang lebih tua, orang yang lebih muda tidak boleh membuka pembicaraan terlebih dahulu, kecuali jika diminta untuk berbicara atau kaum yang ada memilihnya sebagai juru bicara mereka atau karena memang dia punya permintaan dan keperluan yang mendesak. Dalam hadits yang lalu pernah kami sebutkan bahwa Rasulullah shallallahu alaihi wasallam telah bersabda, “Bukanlah termasuk golongan umatku orang yang tidak menghormati orang yang lebih tua di antara kita. ”

Apabila suatu kaum memilih orang yang paling muda diantara mereka untuk menjadi juru bicaranya dalam suatu perayaan karena dia memang berbakat untuk itu, maka tidak ada masalah. Hal seperti ini pernah terjadi di hadapan Khalifah Umar bin Abdul Aziz ketika beliau diangkat menjadi khalifah. Saat itu para delegasi berdatangan dari berbagai negeri untuk mengemukakan dukungan dan ucapan selamat kepadanya, maka datanglah kepadanya delegasi dari tanah Hijaz. Selanjutnya, seorang pemuda dari Bani Hasyim maju untuk berbicara. Mengingat usianya terbilang masih muda, Khalifah Umar pun berkata, “Biarkanlah yang maju berbicara orang yang lebih tua daripada kamu. ”

Pemuda itu berkata,. “Semoga Allah memperbaiki keadaanmu wahai Amirul Mukminin. Sungguh, seseorang itu dinilai hanya berdasarkan kedua anggota tubuhnya yang kecil, yaitu hati dan lisannya. Apabila Allah telah menganugerahkan kepada seorang hamba lisan yang pandai berbicara dan hati yang selalu ingat, sesungguhnya iya berhak untuk bicara karena kelebihannya telah dikenal oleh orang yang telah mendengar khotbah nya. Wahai Amirul Mukminin, seandainya yang menjadi parameter dari suatu urusan adalah berdasarkan usia, tentulah dari kalangan umat ini ada orang yang lebih berhak menduduki kedudukanmu daripada engkau. ”

Umar berkata, ” Kamu benar! Kalau begitu, katakanlah apa yang ingin kamu katakan. ”

Pemuda itu berkata, ” Semoga alah memperbaiki keadaan mu wahai Amirul Mukminin. Kami adalah delegasi untuk mengucapkan selamat kepada mu. Bukan delegasi untuk mengucapkan bela sungkawa. Kami datang kepadamu karena anugerah yang telah diberikan oleh Allah kepada kami melalui engkau Dan kami datang kepadamu bukan karena berharap atau takut. Bila karena berharap, sudah terjawab mengingat sesungguhnya kami datang kepadamu dari negeri kami yang cukup jauh, dan bila karena rasa takut, maka sesungguhnya kami telah merasa aman dari kesemena-menaan berkat keadilanmu. ”

Umar berkata, “Hai pemuda, nasihatilah diriku! ”

Sang pemuda berkata, “Semoga Allah memperbaiki keadaanmu wahai Amirul Mukminin. Sungguh, ada sebagian orang yang terpedaya oleh sifat santun Allah yang tidak segera menghukum mereka. Akhirnya, tergelincir lah telapak kaki mereka dan terjerumus ke dalam neraka. Oleh karena itu, janganlah engkau terpedaya oleh sikap santun Allah kepadamu dengan panjangnya angan-anganmu dan banyaknya pujian orang lain yang ditujukan kepada mu, karena itu akan menyebabkan telapak kakimu tergelincir, sehingga engkau sama seperti kaum itu. Semoga Allah tidak menjadikan engkau seseorang dari mereka, melainkan memasukkan engkau ke dalam golongan orang-orang yang salih dari kalangan umat ini”. Kemudian sang pemuda menutup pembicaraan dan diam.

Umar bertanya, “Berapakah usia pemuda itu?” Ada yang menjawab, “Dia berusia kira-kira 11 tahun. ” Selanjutnya, sang khalifah menanyai tentang asal-usulnya. Dan ternyata ia termasuk keturunan Al- Husain bin Ali. Sang khalifah pun memujinya dan mendoakan kebaikan untuknya.

 

Baca Juga : Menjaga Perasaan Anak-Anak Dalam Perayaan

———————————————————–
Sumber : Diringkas dari Buku β€œIslamic Parenting” Pendidikan Anak Metode Nabi
Karangan: Syekh Jamal Abdurrahman
Penerbit : AQWAM Jembatan Ilmu

Channel Telegram Parenting Anak Islam.
🌻🌱🌻

πŸ“±Join Channel Telegram kami:
πŸ‘‡πŸ‘‡πŸ‘‡πŸ‘‡

https://t.me/ParentingAnakIslam

πŸŒΉπŸƒπŸŒΉ

Bagikan

Mengajari Etika Berbicara dan Menghormati yang Lebih Tua | Little Q

Komentar (0)

Silahkan tulis komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan kami publikasikan. Kolom bertanda bintang (*) wajib diisi.

*

*

Anda Mungkin Suka

Our Office

Little Q Indonesia
Jalan K.H Ahmad Dahlan Raya No.15 B RT. 06 RW 05 Kelurahan kukusan, Kecamatan Beji, Kota Depok- Indonesia.Β Kode pos 16425
E-mail : admin@littleq.id

Live Chat
Distributor: +62 822-8611-0296
Reseller : +62 821-7157-0400
Online Senin-Sabtu (08:00 – 16:00) WIB

Pengaduan Layanan :

Telpon : 0822-8636-8034

Chat via Whatsapp
ALDI
⚫ Online
Halo, perkenalkan saya ALDI
baru saja
Ada yang bisa saya bantu?
baru saja