Beranda » Artikel Blog » Pranikah Bagian 3

Pranikah Bagian 3

Diposting pada 6 December 2020 oleh admin | Dilihat: 166 kali | Kategori:

πŸ”°||Ψ¨Ψ³Ω… Ψ§Ω„Ω„Ω‡ Ψ§Ω„Ψ±Ψ­Ω…Ω† Ψ§Ω„Ψ±Ψ­ΩŠΩ… ||πŸ”°

Parenting Anak Islam
β€”β€”β€”β€”β€”β€”β€”β€”β€”β€”β€”β€”β€”β€”β€”
πŸƒπŸŒΉπŸƒ

BAB 5

{ Pendidikan Anak Usia Pranikah }

Pranikah Bagian 3

Bila anak laki-laki ingin menikah atau anak perempuan telah mencapai usia yang pantas untuk menikah, dan anak laki-laki tadi datang untuk melamarnya maka hendaknya dimintai pendapat tentang pemuda yang melamarnya itu.
Menerima atau tidak itu merupakan haknya yang tidak boleh diabaikan karena gadis itu dinikahi dengan meminta restu nya, sedangkan janda dengan persetujuan darinya.

Hal ini sebagaimana diriwayatkan oleh Al-Bukhari dan Muslim dari Abu Hurairah yang berkata, “Rasulullah bersabda, ‘Janda itu tidak dinikahi sebelum dimintai persetujuan darinya, sedangkan gadis itu tidak dinikahi sebelum mendapat restu dari nya.” Para sahabat bertanya, “Wahai Rasulullah, bagaimana restu dari seorang gadis?” Beliau menjawab, “Diam.” Adapun janda, ayah atau walinya memerlukan persetujuan darinya secara terang-terangan untuk menikah.

Sedangkan gadis hanya memerlukan restunya untuk akad nikah. Ia tidak diharuskan untuk memberikan jawaban secara terang-terangan. Diam saja itu sudah cukup untuk menunjukkan persetujuan nya karena ini baru pengalaman pertamanya. Ia mungkin malu mengungkapkannya secara jelas. Hal ini pernah diungkapkan oleh bunda Aisyah radhiyallahu anha, “Wahai Rasulullah, gadis itu malu.” Maka beliau bersabda, “Restunya adalah diam.”

Akan tetapi, perlu dipastikan bahwa diamnya tersebut menunjukkan restunya bukan penolakan. Orang tua atau wali si gadis lebih bisa memahami persoalan ini karena ia lebih tahu bagaimana putri-putrinya. Persetujuan dari wali si gadis juga merupakan syarat utama karena ia merupakan orang yang paling bertanggung jawab terhadap putrinya. Yang lebih tahu tentang kaum laki-laki daripada putrinya. Ia harus bertaqwa kepada Allah terkait amanah yang dipercayakan oleh Allah kepadanya.

Gadis yang dilamar boleh melihat laki-laki pelamarnya, sebagaimana pelamar boleh melihat dirinya. Jadi, ia berhak melihat orang yang akan menjadi pendamping hidupnya. Setelah ada persetujuan, semua hukum tentang khitbah (melamar) harus dijelaskan kepada kedua belah pihak dan orang tua masing-masing. Perlu dijelaskan juga bahwa khitbah dan melihat (nadhar) itu hanya untuk mewujudkan kesepakatan dari kedua belah pihak. Akan tetapi, tidak halal dan tidak boleh dijadikan sebagai sarana untuk berduaan, keluar berdua, bercampur, pacaran, dan penjajakan seperti yang dilakukan oleh ahli bid’ah.

Baca Juga : Pranikah Bagian 2

———————————————————–
Sumber : Diringkas dari Buku β€œIslamic Parenting” Pendidikan Anak Metode Nabi
Karangan: Syekh Jamal Abdurrahman
Penerbit : AQWAM Jembatan Ilmu

Channel Telegram Parenting Anak Islam.
🌻🌱🌻

πŸ“±Join Channel Telegram kami:
πŸ‘‡πŸ‘‡πŸ‘‡πŸ‘‡

https://t.me/ParentingAnakIslam

πŸŒΉπŸƒπŸŒΉ

Bagikan

Pranikah Bagian 3 | Little Q

Komentar (0)

Silahkan tulis komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan kami publikasikan. Kolom bertanda bintang (*) wajib diisi.

*

*

Anda Mungkin Suka

Our Office

Little Q Indonesia
Jalan K.H Ahmad Dahlan Raya No.15 B RT. 06 RW 05 Kelurahan kukusan, Kecamatan Beji, Kota Depok- Indonesia.Β Kode pos 16425
E-mail : admin@littleq.id

Live Chat
Distributor: +62 822-8611-0296
Reseller : +62 821-7157-0400
Online Senin-Sabtu (08:00 – 16:00) WIB

Pengaduan Layanan :

Telpon : 0822-8636-8034

Chat via Whatsapp
ALDI
⚫ Online
Halo, perkenalkan saya ALDI
baru saja
Ada yang bisa saya bantu?
baru saja